Tentang Gigi

Gigi. Gigi yang mau dibahas di sini bukan tentang band musik yang punya vokalis Armand Maulana itu. Gigi di sini adalah salah satu aksesoris dalam mulut yang mempunyai tiga peranan yang sangat penting. Apakah itu?

Untuk berbicara (fonetik). Tentu saja! Coba lihat nenek-nenek yang sudah ompong. Ngomongnya pasti sudah tidak jelas, bukan?

Untuk mengunyah makanan. Ya, untuk konsumsi makanan apapun, selunak apapun menurut kita, kita masih perlu gigi untuk mengunyah makanan yang kita konsumsi. Tujuannya agar makanan yang masuk itu dapat dicerna dengan baik oleh organ pencernaan selanjutnya. Bagaimana kalau tidak terkunyah dengan baik? Kasihan, organ pencernaan selanjutnya akan bekerja super keras untuk melunakkan makanan yang kita konsumsi. Hasilnya? Sakit perut. Hehehe.

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

7 Tips Merawat Gusi Agar Sehat

Saat membicarakan masalah kesehatan gigi, pasti dibenak anda akan terfokus pada masalah giginya sendiri baik itu gigi yang berlubang, gigi yang tidak rata dan lain sebagainya. Padahal disamping gigi, gusi juga memegang peranan yang sangat penting dalam hal kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.

Masalah gusi yang paling sering dialami pasien adalah bengkak dan berdarah. Gejala ini bisa jadi merupakan tanda dari penyakit gusi atau penyakit lain yang lebih berbahaya. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan masalah pada gusi antara lain kesalahan cara menyikat gigi, kesalahan cara membersihkan gigi, penyakit gusi dan sebagainya. Namun kali ini kita tidak akan membahas faktor itu satu satu melainkan lebih memfokuskan bagaimana cara atau tips untuk mencegah masalah yang timbul pada gusi anda.

Berikut 7 tips untuk mencegah masalah pada gusi anda :

1. Sikatlah gigi anda sekurang kurangnya dua kali sehari. Pastikan anda menyikat gigi dengan cara yang benar. Jika anda tidak tahu atau tidak memahami cara menyikat gigi yang benar, segera berkonsultasi dengan dokter gigi anda.

2. Bersihkan gigi dengan benang halus setiap hari. Dengan membersihkan sisa sisa makanan yang ada di sela sela gigi dan gusi setiap hari dengan benang halus maka anda dapat mencegah sedini mungkin gangguan pada gusi dan gigi. Benang pembersih gigi ini bisa anda peroleh di apotek terdekat.

3. Makanlah makanan yang bergizi. Makanan yang begizi disini termasuk vitamin C dan kalsium. Kedua zat ini sangat berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.

4. Minumlah cukup air. Minum air yang cukup setelah makan akan sangat membantu membersihkan sisa sisa makanan pada gigi dan gusi. Hal ini tentu akan mengurangi jumlah bakteri yang tinggal disana.

5. Katakan tidak untuk rokok. Berhentilah merokok saat ini juga karena merokok tidak baik untuk kesehatan gigi dan gusi anda.

6. Hindari makanan yang terlalu panas dan dingin. Makanan yang terlalu panas dan terlalu dingin dapat merusak kesehatan gigi dan gusi anda. Apalagi anda saat ini sedang bermasalah dengan gusi dan gigi maka makanan yang hangat merupakan pilihan yang tepat.

7. Relaksasi. Jika anda stress, penyakit apapun akan timbul dan muncul dengan cepat termasuk penyakit pada gigi dan gusi. Hal ini karena peningkatan hormon stress yaitu kortisol. Hormon ini akan mengacaukan sistem normal tubuh anda dan memancing beberapa penyakit berbahaya.

Demikian sekelumit tips dari saya untuk menjaga gigi dan gusi anda tetap sehat.

Komentar bertahan »

Komentar bertahan »

Posts Tagged ‘Inform Concern’

Tidak semua orang merasa siap ketika seorang dokter menyatakan ia harus dioperasi. Kesiapan itu tidak saja menyangkut psikologis, juga bisa berhubungan dengan kondisi keuangan, pemilihan waktu dan keadaan fisik seseorang. Jika jenis operasi yang akan dijalaninya suatu operasi emergensi atau cito (istilah dalam dunia medis) bisa jadi tidak akan memberikan kompromi kepada seseorang pasien untuk menunggu kesiapannya. Karena kalau operasi itu ditunda dapat menimbulkan sesuatu yang lebih fatal. Bagaimana pun persiapan yang baik akan mempengaruhi hasil operasi. Begitu juga jika masih memungkinkan untuk mempersiapkan pembedahan itu dengan baik, akan membuat team bedah lebih siap mengantisipasi kemungkinan yang dapat menghambat proses jalannya operasi termasuk kesiapan tubuh dalam menerima dampak trauma pembedahan.

Rasa takut, cemas atau khawatir akan tindakan operasi mungkin dapat dikurangi dengan cara mengetahui lebih banyak tentang kelainan yang Anda derita, sehingga ada pengertian kalau operasi merupakan jalan terbaik untuk mengatasi masalah Anda tersebut. Begitu juga dengan tambahan pengetahuan tentang prosedur dan bagian mana dari tubuh Anda akan ditoreh, bisa jadi memberi Anda ketenangan dan lebih siap mental. Akan memperkuat keyakinan juga kalau Anda mendapatkan informasi tambahan dari orang lain yang pernah menjalani operasi yang sama dengan yang akan Anda alami. Jika dengan itu semua kekhawatiran itu masih juga menyelimuti, tentu dokter Bedah anda bisa menjadi tumpuan untuk bertanya dan mengungkapkan kekhawatiran itu. Lihat juga di sini.

Tentang kesiapan keuangan Anda, akan menjadi masalah yang serius kalau Anda belum atau tidak dilindungi asuransi. Saat ini pembiayaan operasi, khususnya di Indonesia masih cukup mahal. Mungkin jika operasi yang Anda akan jalani sudah anda ketahui jauh-jauh hari sebelumnya, Anda mempunyai waktu untuk menabung, mengumpulkan biaya untuk menghadapinya. JIka tidak, apalagi Anda tidak memiliki ‘biaya cadangan’ dalam devisa keuangan rumah tangga Anda, memang perlu dicarikan solusi masalah pembiayaan ini. Ada beberapa cara yang bisa Anda pertimbangkan. Pilihlah rumah sakit pemerintah sebagai tempat untuk mendapatkan pelayanan bedah ini dengan harapan biayanya bisa disubsidi, sekalipun nantinya membutuhkan surat keterangan yang menyatakan Anda tidak mampu. Pilih kelas perawatan yang paling murah yang berpengaruh juga terhadap ongkos operasi. Di luar permasalahan itu, mungkin juga keuangan dapat diusahakan dengan mengandalkan bantuan dari keluarga, kerabat atau pun sahabat. Tidak menutup kemungkinan untuk secara langsung memohon bantuan kepada dokter Bedah anda dengan mengungkapkan permasalahan yang Anda alami.

Masalah kapan waktu tindakan bedah itu harus dikerjakan, sangat tergantung dari kasus penyakitnya. Akan Anda dapat atur waktunya, tentu juga disesuaikan dengan tim yang akan melaksanakan pembedahan itu, jika kasusnya tidak emergensi atau lebih dikenal dengan nama ‘pembedahan elektif’ yang artinya waktu pengerjaan operasinya dapat direncanakan. Sehingga untuk yang jenis ini, penentuan waktunya disesuaikan kapan anda merasa siap dari sisi psikologis, pembiayaan dan hari yang Anda anggap tepat.

Berbeda dengan pembedahan emergensi (cyto), penderita tidak lagi diberi kesempatan untuk menyiapkan diri baik dari sisi psikologis, waktu dan bisa jadi soal keuangan juga. Yang dipentingkan adalah kecepatan penanganannya demi menyelamatkan nyawa penderita. Walaunpun demikian, faktor kondisi fisik dan keadaan klinis menjelang operasi tetap menjadi bahan pertimbangan, setidaknya oleh dokter anasthesi / dokter bius. Kalau pembedahan itu merupakan tindakan untuk penyelamatan nyawa, meskipun keadaan fisik penderita kurang memungkinkan untuk dilakukan pembiusan, maka hal ini dikatakan pembedahan sangat beresiko, antara hidup atau mati. Oleh dokter anasthesi resiko ini dikenal dengan tingkat ASA. Tingkat ASA empat, artinya pembedahan dengan resiko tinggi. Dalam situasi begini sangat dibutuhkan sekali permakluman dan persetujuan dari pihak keluarga pasien melalui pernyataan resmi tertulis dan bertandatangan atau lebih dikenal dengan Surat Persetujuan Tindakan Medis. Untuk jenis pembedahan elektif, kondisi fisik macam ini tentu dapat dipersiapkan dengan baik sehingga penderita menjelang akan dioperasi akan mendapatkan kondisi optimalnya. Itulah sebabnya diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium, rontgen, elektrokardiografi dan lain-lain yang berguna mendeteksi kelainan yang ada sebelum penderita siap untuk dibius dan dilakukan tindakan operasi. JIka didapatkan suatu kelainan atau gangguan, maka akan ditherapy dulu kelainan itu, semasih ada waktu untuk membuat si pasien seoptimal mungkin. Biasanya prosedur tetap di rumah sakit mewajibkan pemeriksaan ini terutama untuk penderita di atas 40 tahun karena di atas usia inilah kemungkinan kelainan itu ditemukan, sekalipun mungkin kondisi fisiknya dari luar tidak menampakkan kecurigaan ke arah itu. Yang diperiksa meliputi fungsi dan keadaan jantung, paru-paru, fungsi ginjal, liver dan mengetahui kadar gula darah serta keseimbangan elektrolit.

Tidak kalah pentingnya pula dalam persiapan tindakan bedah ini adalah masalah administratif. Sesuatu hal yang lebih banyak berhubungan dengan hukum dan kelengkapan rekam medik penderita. Dibutuhkan komunikasi dan partisipasi dari penderita atau keluarga, hingga dihasilkan suatu kesepakatan dan persetujuan itu diperkuat melalui pernyataan tertulis yang dibubuhkan tandatangan. Ada paling tidak 2 kesepakatan yang perlu didapat menjelang pelaksanan tindakan medis ini. Yang mutlak ada, adalah Inform Concern atau Surat Persetujuan Tindakan Medik dan yang sebaiknya harus ada juga (bila perlu dicantumkan secara tertulis) adalah informasi tentang prakiraan pembiayaan operasi.

Dari perhatian tim bedah, justru kesiapan fisik penderita yang paling penting, sebab sangat mempengaruhi sekali stabilitas kondisi tubuh selama proses operasi dan menentukan hasil pembedahan serta perawatan pasca operasinya. Sehingga untuk kasus bedah berencana yang tergolong berat dan penanganannya akan dikerjakan dalam waktu relatif lama apalagi penderita berumur di atas 40 tahun, sebaiknya penderita sudah berada di rumah sakit setidaknya satu hari menjelang pelaksanaan operasi. Sehingga baik dari kesiapan yang berhubungan dengan pembedahan maupun yang berhubungan dengan proses pembiusannya betul betul penderita dalam keadaan optimal dan siap untuk ditempatkan di atas meja operasi…

Komentar dimatikan

Gigi sebagai Sumber Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di negara maju. Di AS saja diperkirakan 12,4 juta orang menderita penyakit ini dan 1,1 juta orang akan terkena gangguan jantung serius tahun ini. Tahun 2000, 16,7 juta penderita meninggal karena penyakit ini, atau sekitar 30,3% dari total kematian di seluruh dunia. Lebih dari setengahnya dilaporkan dari negara berkembang. DI Indonesia, prevalensi penyakit jantung dari tahun ke tahun terus meningkat.

Di samping faktor risiko klasik (merokok, obesitas, kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, kurang aktivitas, diabetes mellitus, stres), hasil penelitian akhir-akhir ini menyebutkan bahwa reaksi peradangan (inflamasi) dari penyakit infeksi kronis mungkin juga menjadi faktor risiko. Meskipun begitu, hanya penyakit gigi kronis yang terbukti terkait dengan penyakit jantung.

Mekanisme penyebaran

Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain dapat dijelaskan lewat teori fokal infeksi.
Fokal infeksi adalah infeksi kronis di suatu tempat dan memicu penyakit di tempat lain. Racun, sisa-sisa kotoran, maupun mikroba penginfeksi bisa menyebar ke tempat lain di tubuh seperti ginjal, jantung, mata, kulit. Dampak penyakit gigi pada jantung dapat berupa penyakit jantung koroner, peradangan otot, serta katup jantung (endokarditis).

Bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi enzim yang mempercepat terbentuknya bekuan darah sehingga mengeraskan dinding pembuluh darah jantung (aterosklerosis). Bakteri dapat juga melekat pada lapisan (plak) lemak di pembuluh darah jantung dan mempertebal plak. Semua itu, menghambat aliran darah serta penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung, sehingga jantung tak berfungsi semestinya.

Gejala awal dapat berupa nyeri dada, meliputi rasa seperti terbakar, tertekan, dan beban berat di dada kiri, yang dapat meluas ke lengan kiri, leher, dagu, dan bahu. Nyeri dada juga terasa di bagian tengah dada selama beberapa menit. Setelah kejadian biasanya diikuti rasa mual, muntah, pusing, keringat dingin, tungkai serta lengan menjadi dingin, napas terengah-engah, dan sesak napas.

Angina berkepanjangan akan menjurus ke serangan jantung (miokard infark). Namun sering kali penyakit jantung koroner berlangsung tanpa adanya gejala, ia tidak menimbulkan masalah sampai keadaannya sudah parah.

Kemungkinan lain, reaksi peradangan yang disebabkan oleh penyakit gigi meningkatkan pembentukan plak yang memacu penebalan dinding pembuluh darah. Penelitian menunjukkan, orang dengan penyakit gigi mempunyai risiko dua kali lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Endokarditis

Bakteri yang ditemukan pada plak gigi merupakan salah satu faktor penyebab endokarditis.
Bakteri di lubang gigi maupun gusi yang rusak dapat masuk ke dalam sirkulasi darah lewat gusi yang berdarah. Bakteri ini dengan mudah menyerang katup jantung maupun otot jantung yang telah melemah. Gejalanya berupa demam, bising jantung, perdarahan di bawah kulit, bahkan embolisasi (penyumbatan) pembuluh darah kecil di organ-organ tubuh lainnya.

Meskipun jarang, penyakit ini dapat berakibat fatal dan kadang kala memerlukan operasi katup jantung darurat. Selain itu juga sangat dianjurkan pemberian antibiotika sebagai profilaksi pada orang yang menderita prolaps katup jantung, penyakit jantung rematik dan kelainan jantung bawaan, sebelum mendapatkan tindakan pengobatan gigi.

Karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, perlu perawatan gigi yang baik dan pemeriksaan gigi secara berkala. Cara pencegahan terbentuknya karang gigi cukup sederhana, yaitu dengan rajin dan teliti membersihkan gigi secara baik dan benar. Penggosokan pada lidah selama 30 detik juga terbukti mengurangi jumlah bakteri dalam mulut.

Brosur cara menyikat gigi yang baik dan benar dapat diperoleh dengan mudah di setiap tempat praktik dokter gigi. Pemakaian dental floss (benang gigi) juga amat penting untuk membersihkan daerah- daerah yang sulit terjangkau oleh sikat gigi, terutama daerah antargigi dan juga pada gigi-gigi yang berjejal.*

Komentar bertahan »

Lakukan Perawatan Gigi Menyeluruh

Cara pandang baru tentang kesehatan gigi dan mulut membawa perubahan sikap yang besar. Jika dulu orang beranggapan bahwa

Cara pandang baru tentang kesehatan gigi dan mulut membawa perubahan sikap yang besar. Jika dulu orang beranggapan bahwa menyikat gigi dua kali sehari saja sudah cukup, maka saat ini dirasakan perlu melakukan tindakan yang lebih menyeluruh, termasuk menggunakan obat kumur dan dental floss, melakukan kunjungan rutin ke dokter, serta perbaikan struktur gigi dan lain-lain.

Penggunaan obat kumur antiseptik membunuh kuman yang terdapat di daerah sela gigi dan gusi sehingga secara nyata mencegah karies (gigi berlubang) dan penyakit radang gusi (gingivitis). Hal ini diungkapkan oleh Dr Tri Erri Astoeti, drg MKes dan Drg. Astrid Chatalia dalam temu media Listerine, baru-baru ini.

”Menyikat gigi merupakan proses pembersihan gigi yang rutin dilakukan orang. Sayangnya, banyak kuman di daerah sela gigi dan gusi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi. Makanya tidak jarang dijumpai orang yang rajin menyikat gigi tetapi giginya tetap berlubang dan gusinya tetap meradang. Obat kumur antiseptik dapat mengatasi masalah tersebut dengan cara mengontrol terbentuknya plak gigi dan memperlambat proses maturasi (pematangan) plak gigi yang biasanya merupakan proses awal dari penyakit gigi dan mulut seperti gigi berlubang dan radang gusi,” kata Dr Tri Erri Astoeti drg MKes dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.

Karies, atau penyakit gigi berlubang, merupakan penyakit infeksi yang diderita oleh hampir 95% populasi di dunia. Karies gigi terjadi karena adanya perusakan email gigi (biasa disebut sebagai proses demineralisasi) oleh kuman streptokokus mutans yang ada pada plak. Data Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi karies di Indonesia mencapai 60-80% dari populasi, serta menempati peringkat ke-enam sebagai penyakit yang paling banyak diderita.

Penyakit rongga mulut yang paling banyak dijumpai juga adalah peradangan gusi atau gingivitis. Penyakit yang menyerang 75-90% populasi di seluruh dunia ini penyebabnya tidak jauh berbeda dari karies, yaitu plak.

Perawatan kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dalam tiga bentuk: mekanis dengan menyikat gigi dan menggunakan benang gigi (dental floss), kimiawi dengan menggunakan obat kumur antiseptik dan pengolesan flour, serta diet yang rendah asam dan gula.

”Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata orang menyikat gigi hanya selama 46 detik dan hanya 2-10% orang menggunakan dental floss secara efektif dan teratur. Dengan dasar itu, penggunaan obat kumur antiseptik yang dapat membunuh kuman streptokokus mutans secara tepat dapat membantu menurunkan kejadian karies dan gingivitis,” kata Erri lebih lanjut.

”Manusia modern yang hidup di kota besar yang sibuk serta pola makan tinggi karbohidrat dan gula cenderung memiliki angka kejadian karies dan gingivitis yang lebih tinggi. Kedua penyakit gigi dan mulut ini dapat sangat mengganggu penampilan karena menimbulkan bau mulut yang tidak sedap. Penggunaan obat kumur antiseptik sangat praktis karena dapat dilakukan di mana saja dan hanya memakan waktu 30 detik.

Selain itu, obat kumur antiseptik juga mendukung perawatan kosmetik gigi seperti bleaching (pemutihan gigi) dan perataan gigi,” kata Drg Astrid Chatalia menyoroti peran obat kumur antiseptik bagi manusia modern.

Komentar bertahan »

Pemutihan Gigi

Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gigi sudah sedemikian pesatnya, termasuk di dalamnya keinginan untuk memparbaiki penampilan.

Dahulu ketika orang belum memperdulikan estetika, warna gig yang gelap bukanlah hal yang merisaukan, tetapi saat ini tidak ada lagi orang yang ingin membiarkan giginya tetap berwarna gelap. Oleh karena itulah prosedur pemutihan gigi menjadi populer saat ini dan banyak diminati oleh pasien dokter gigi. Bahkan di pasaran bebas banyak sekali produk pemutihan gigi yang diklaim bisa digunakan langsung oleh pembeli tanpa perlu bantuan dokter gigi.

Pemutihan gigi adalah upaya untuk mendapatkan warna gigi menjadi lebih cerah dengan menggunakan bahan-bahan pemutih gigi yang pertama kali diperkenalkan adalah Oxalic Acid oleh Chappel pada tahun 1877, karena hasilnya kurang memuaskan kemudian Harlan pada tahun 1884 memperkenalkan bahan baru yaitu Hidrogen Peroksida, bahan inilah yang sampai hari ini banyak digunakan dalam prosedur pemutihan gigi.

Hidrogen Peroksida (H2O2) pada kondisi alami berbentuk cair, bersifat asam, bila terurai akan menghasilkan air dan oksigen. Proses penutihan trjadi apabila pada bahan Hidrogen Peroksida dilakukan perubahan pH, suhu, atau cahaya untuk mendapatkan oksigen aktif yang bersifat elektrofilik. Elektrofilik berarti hanya memiliki satu elektron pada susunan kimianya sehingga ia akan berusaha mendapatkan pasangan elektron agar stabill. Oksigen aktif tertarik pada daerah yang kaya dengan ikatan ganda yaitu daerah interprismatik pada email gigi, disini akan terjadi pemutusan ikatan ganda menjadi ikatan yang lebih sederhana, secara visual terlihat sebagai perubahan warna kearah yang lebih terang.

Produk turunan hidrogen peroksida yang saat ini banyak dipasarkan adalah Karbamid Peroksida yang merupakan kombinasi Hidrogen peroksida dengan zat pembawa (Karbamid) berupa urea, karbopol, air, dan senyawa lainnya. Tambahan inilah yang menjadikan bahan pemutihan gigi berbentuk gel.

Dalam produk pemutihan gigi, Karbamid Perioksida hanya digunakan 10%-15%, sisanya adalah Sodium Stanat, Gliserin atau Propilen Glokol, serta penambah rasa. Merek dagang yang populer dipasaran untuk pemutihan gigi dengan kandungan seperti ini antara lain adalah Opalescence, Ultradent, Nu Pro Gold, Nite White, dan lain-lain.

Bahan pemutih gigig yang bisa digunakan langsung tanpa bantuan dokter gigi umumnya mengandung Karbamid Peroksida sebesar 3%. Beberapa merek dari produk ini adalah Rembrandt, Britesmile, dan Whitestrips.

Metode Pemutihan Gigi

Secara garis besar ada tiga metode dalam prosedur pemutihan gigi yaitu Supervised Home Dental Whitening adalah prosedur pemutihan gigi yang dilakukan oleh pasien sendiri dengan petunjuk dokter gigi. Prosedur ini dilakukan di rumah menjelang tidur ataupun pada siang hari saat menjalankan akrivitas kerja. Pemutihan dengan cara ini relatif aman karena konsentrasi bahanyang digunakan sedikit, namun waktu yang dibutuhkan cukup lama berkisar antara empat minggu sampai satu tahun.

In Office Dental Whitening adalah metode yang hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi di tempat prakteknya karena menggunakan tinggi sehingga perlu penanganan dan pemantauan khusus. Namun waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil prosedur pemutihan tidak terlalu lama, hanya 1-2 kali kunjungan.

Metode yang ketiga adalah kombinasi keduanya, selain dilakukan pemutihan di tempat praktek oleh dokter gigi juga dilakukan prosedur pemutihan oleh pasien sendiri dengan petunjuk dokter gigi.
Indikator keberhasilan proses pemutihan gigi dilakukan dengan membandingkan warna gigi sebelum dan sesudah proses pemutihan dengan indikator Value Oriented Shade Guide. Perubahan warna sebagai penanda keberhasilan umumnya berkisar antara 5-12 shade. Sebagai contoh bila sebelumnya shade-nya C3 setelah perawatan berubah menjadi A2 berarti terjadi perubahan sebesar 9 shade.

Pemutihan gigi Vital

Sampai dengan tahun 1960 pemutihan gigi vital masih menjadi perdebatan, namun sekarang telah menjadi prosedur yang lazim dilakukan. Berbeda dengan gigi non vital, pada gigi vital umumnya pewarnaan yang terjadi meliputi seluruh gigi dengan derajat pewarnaan yang relatif sama. Keberhasilan pemutihan gigi vital sangat tergantung dari penyebab pewarnaan gigi, apakah karena faktor intriksik, ektrinsik, atau karena pertambahan usia. Namun secara kasar dapat diperkirakan gigi yang berwarna kuning paling memungkinkan dapat dirawat dengan hasil memuaskan, gigi coklat perlu waktu lebih lama, gigi biru keabuan umumnya tidak memberikan hasil memuaskan, multi warna disertai pita warna sangat sulit untuk diputihkan.

Pada gigi yang mengalami pewarnaan kuning dapat dirawat dengan metode Supervised Home Dental Whitening atau in office Dental Whitening. Untuk gigi dengan pewarnaan coklat, biru keabuan, serta multi warna yang disertai pita warna dapat dilakukan satu atau dua kali in office Dental Whitening yang diikuti dengan Survised Home Dental Whitening satu hingga dua bulan.

Supervised Home Dental Whitening didahuli dengan mouth preparation berupa perawatan, pencabutan, dan pembersihan sesuai indikasi. Kenudian dilakukan pencetakan untuk pembuatan tray yang akan digunakan untuk mengaplikasikan bahan pemutih. Tray yang sudah selesai kemudian di try-in, setelah pas perawatan dapat dimulai.

Prosedur in Office Dental dilakukan sesuai petunjuk pabrik masing-masing bahan. Umumnya setelah bahan diaplikasikan dilakukan penyiaran dengan cahaya dari alat khusus sebagai akselelator. Prosedur ini dilakukan dua sampai tiga kali dengan penyiaran setiap kalinya sekitar 20 menit. Lama dan keseuksesan pemutihan gigi sangat tergantung pada pewarnaan yang terjadi.

Perlu diperhatikan perlindungan terhadap pasien dan operator dari bahan pemutih serta cahaya akselelator yang digunakan. Umumnya bahan pemutih gigi memberikan reaksi sensitif.

Pemutihan Gigi Non Vital

Indikasi pemutihan gigi non vital adalah gigi nekrosis yang sudah mendapat perawatan endodontik dengan baik dan berhasil, terdapat pewarnaan intrinsik, tidak terdapat kelainan periodontal, memiliki ketebalan email dan dentin sehat yang cukup,serta tidak terdapat resorpsa internal maupun eksternal pada akar. Sedangkan kontra indikasinya adalah perawatan edodontik yang tidak baik dan atau tidak berhasil, email dan dentin dengan ketebalan sangat tipis, terdapat kelainan periodontal, serta sensitif terhadap bahan pemutih gigi.

Prosedur pemutihan dapat dilakukan dengan meletakan bahan pemutih di dalam kamar pulpa yang telah dipersiapkan, kemudian ditumpat dengan tambalan sementara,demikian berulang-ulang sampai didapat hasil yang diharapkan. Metode lain dilakukan diruang prakter dokter, dengan meletakan bahan pemutih di ruang pulpa kemudian diaktifkan dengan cahaya yang dihasilkan alat khusus.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemutihan gigi non vital adalah membuat seal antara bahan pemutih dengan bahan pengisi saluran akar, dapat menggunakan glass ionomer, komposit, atau semen polilarbosilat.

Komentar (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.